by

Rusia Segera Serbu Ukraina

Moskow mengerahkan sekitar 100.000 tentaranya di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, namun menyangkal bila disebut akan menginvasi.

Seorang warga negara Indonesia yang telah tinggal di Ukraina selama lebih dari lima tahun, Benni Sitanggang, mengatakan berbagai persiapan sudah dilakukan bila sampai penyerbuan terjadi.

Namun, kondisi sehari-hari, termasuk di ibu kota Kiev, “masih berjalan seperti biasa, dan tidak ada panic buying”, kata Erna Herlina, pejabat KBRI Ukraina

Bagaimanapun, warga sipil Ukraina – selain persiapan latihan oleh tentara – mendapatkan pelatihan militer untuk bersiap menghadapi serbuan Rusia.

Marta Yuzkiv termasuk salah seorang yang ikut bersiap membela negaranya sebagai tentara cadangan walaupun ia mengatakan tidak ingin perang.

“Kami termasuk bagian dari tim pertahanan teritorial, kami harus mempertahankan kota tempat tinggal kami, gedung-gedung pemerintah, infrastruktur, dan lain-lain untuk membantu tentara bila terjadi penyerbuan besar,” kata Marta

“Sebagian besar adalah warga sipil, kami harus belajar bekerja dalam tim, melakukan tugas-tugas militer mendasar, bagaimana melawan bila tentara musuh datang,” tambahnya.

Di antara warga sipil yang ikut bersiap ini termasuk seorang nenek berusia 78 tahun.

Valentina Konstantinovska mengatakan kepada BBC, “Saat penyerbu datang, saya akan melawan dan saya akan sangat marah.”

“Saya orang yang suka damai, tapi bila ada sesuatu yang diambil dari saya, dengan hadirnya penyerbu, saya akan lawan,” katanya lagi.

Sementara itu seorang warga negara Indonesia yang telah tinggal di Ukraina selama lebih dari lima tahun, Benni Sitanggang mengatakan pemerintah daerah tempatnya tinggal sudah menyiapkan berbagai kemungkinan bila sampai penyerbuan terjadi.

“Warga tidak terlalu panik, tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun bila terjadi hal tak diinginkan, seperti pengeboman ,semoga tidak terjadi, kita dikasih peta untuk tempat persembunyian, bunker-bunker untuk keamanan. Kita sudah dikasih peta, masyarakat tahu ke mana perginya bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kata Benni kepada BBC News Indonesia.

Benni juga mengatakan pemerintah setempat juga meminta warga tak terlalu panik dan terus mengikuti berita dan mendengar seruan pemerintah apa yang harus dilakukan.

Benni yang tinggal di Ternobil, sekitar lima jam berkendara dari Kiev, mengatakan kekhawatiran tertangkap namun mereka semua tetap waspada.

Ia juga mengatakan seruan dari KBRI meminta WNI tenang dan diberikan penyuluhan untuk persiapan, termasuk “mempersiapkan dokumen dalam tas, pakaian seperlunya” untuk berjaga-jaga.

“Kalau mau pulang pun kita bisa dipulangkan dengan keluarga. seperti saya yang menikah dengan warga Ukraina, saya bisa pulang bersama istri dan anak saya ke Indonesia,” tambahnya.

Pada Kamis (10/02), melalui keterangan pers secara daring, Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan kondisi 145 WNI yang ada di negara itu aman dan sehat.

“Berdasarkan laporan dari KBRI Kiev, saat ini aman dan dalam kondisi normal,” ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha. Belum ada pernyataan terbaru tentang Ukraina dari Kemlu.

Lebih lanjut Judha menjelaskan bahwa Kemlu bekerja sama dengan KBRI Kiev, KBRI Warsawa, KBRI Moskow, serta sejumlah kementerian terkait di dalam negeri telah membangun rencana kontigensi untuk mengantisipasi jika terjadi ekskalasi situasi di Ukraina.

Perang Rusia Ukraina ini, sudah viral di media sosial dunia, semua viral karenamedsos.com. (uha)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed